PADANGPOS, (Padang)
Di awal tahun 2015 ini lagi-lagi Kota Padang meraih
penghargaan. Kali ini, kota yang dipimpin pasangan Walikota Mahyeldi
Ansharullah dan Wakil Walikota Emzalmi ini diganjar penghargaan dari Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penghargaan ini diperoleh berkat bersihnya
kualitas udara di Kota Padang.
Penghargaan “Kota Langit Biru 2014” untuk kategori Kota
Besar diraih Kota Padang setelah melalui penilaian Evaluasi Kualitas Udara
Perkotaan (EKUP) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
tahun 2014 lalu. Dengan penghargaan ini, Kota Padang berhak memboyong satu unit
sepeda listrik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang
diserahkan Asisten Deputi Pencemaran Udara dan Sumber Tidak Bergerak, Dasrul
Chaniago kepada Walikota Padang diwakili Kepala Bappedalda Kota Padang, Edi
Hasymi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta,
Selasa (10/3) lalu.
Mendapat kabar Kota Padang terpilih sebagai “Kota Langit
Biru” kategori Kota Besar bersama empat kota lainnya (Malang, Pontianak,
Balikpapan dan Tangerang Selatan), Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah cukup
gembira. “Alhamdulillah setelah dua tahun berturut-turut meraih penghargaan
ini, pada tahun ini kita kembali meraihnya,” ujarnya.
Diperolehnya penghargaan ini melalui proses yang cukup
panjang. Sebanyak 45 kota di Indonesia dinilai Tim Kementerian LH yang
dilakukan pada Juli hingga Agustus 2014 lalu. Sejumlah aspek pun dinilai,
hingga akhirnya Kota Padang juga berhak memboyong penghargaan tersebut.
“Keberhasilan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari kerjasama dan
koordinasi yang baik dari seluruh pihak termasuk masyarakat dalam mendukung
program-program yang terkait dengan upaya pengendalian pencemaran udara,”
ungkap Mahyeldi.
Walikota Mahyeldi menuturkan, hasil penilaian EKUP ini akan
berkontribusi dalam mendukung penilaian Adipura nantinya. Terlepas dari itu,
pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan dukungannya untuk terus menjaga
agar kualitas udara di Kota Padang tetap sehat dan tidak tercemar. “Menjaga
kualitas udara melalui kegiatan dan upaya-upaya yang terus menerus serta
membudaya tidak hanya akan mendatangkan penghargaan, tetapi juga menjadi wujud
nyata baiknya kualitas lingkungan hidup di Kota Padang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Padang, Edi Hasymi
menyebut program Langit Biru 2014 yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan ini merupakan program aksi pengendalian pencemaran udara melalui
impelmentasi kegiatan secara terpadu. “Sejak beberapa tahun lalu Kementerian
Lingkungan Hidup telah melaksanakan kegiatan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan
yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari
pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan
transportasi berkelanjutan,” bebernya.
“Selain meningkatkan kualitas udara kota, program ini juga
dapat menjawab tantangan upaya-upaya inovatif untuk program penurunan konsumsi
bahan bakar minyak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan
penyebab terjadinya perubahan iklim dari sektor transportasi,” tambahnya lagi.
Diungkapkan Edi Hasymi, untuk di Kota Padang, Tim
Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2014 lalu melakukan penilaian di tiga
titik. Ketiga titik itu yakni di Jalan S. Parman (lapangan parkir makam
pahlawan), Jalan H. Agus Salim, Sawahan, serta di Jalan By Pass Km 10, Kuranji.
Di tiga titik itu dilakukan penilaian fisik yang meliputi uji emisi, pemantauan
kinerja lalu lintas, pemantauan kualitas udara ambient, serta pemantauan
kualitas bahan bakar.
Informasi yang diperoleh, penghargaan ini diraih berkat
upaya pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi upaya pengendalian pencemaran
udara. Dimana di Kota Padang terus dilakukan kegiatan pemantauan kualitas udara
yang dilakukan secara berkala dengan dana APBD. Selain itu juga adanya upaya
pengendalian pencemaran udara yang ditandai dengan data penurunan jenis
penyakit yang dominan terkait dengan pencemaran udara. “Upaya kita dalam
mereduksi tingkat pencemaran udara dari emisi sumber bergerak serta adanya
kepedulian perangkat daerah Kota Padang dalam penganggaran yang berkaitan
dengan upaya pengendalian pencemaran udara juga termasuk poin penting sehingga
kita meraih penghargaan ini,” jabar Kepala Bappedalda, Edi Hasymi.
Seperti diketahui, saat ini manajemen transportasi di Kota
Padang cukup tertata dengan baik. Diantaranya seperti pengoperasian bus Trans
Padang, terdapatnya lokasi “car free day”, penggunaan solar energy untuk
traffic light dan lampu jalan, program Area Traffic Control System (ATCS) pada
persimpangan rawan macet. Begitu juga dengan meningkatnya upaya penghijauan
kota serta terdapatnya kendaraan non motorize transportation (bendi) dan budaya
bersepeda di kawasan Pantai Padang. “Ini semua poin-poin aspek non fisik yang
sangat berpengaruh dalam meraih penghargaan ini,” terangnya lagi.
Sebanyak 15 kota terpilih di Indonesia meraih penghargaan
dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Kota penerima penghargaan itu
terdiri dari tiga kategori yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar dan Kota
Sedang.(Charlie/Humas)
Teks foto: TERIMA-Kepala Bappedalda Kota Padang, Edi Haysmi
menerima sepeda listrik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang
diserahkan Asdep Pencemaran Udara dan Sumber Tidak Bergerak, Dasrul Chaniago,
di Jakarta, Selasa (10/3) kemarin. Kota Padang termasuk lima kota besar yang
meraih penghargaan Kota Langit Biru 2014 yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan RI. (Humas Pemko Padang)